ipl15

Permainan Dampu Kerikil – Mbludus.com

Permainan Dampu Batu

Dampu artinya syirik satu jenis mainan kecekatan jaman dulu pada Betawi yg memakai sarana kerikil seumpama alat berbobot permainan. Batu pipih yg mampu diletakkan bangkit. Permainan dilakukan secara rangkap. Setiap pasangan atau regu mampu terdiri berawal 1, dua ataupun 3 orang. Permainan Dampu benar eksklusif untuk anak lelaki, berawal usia 6 tahun sampai remaja. Bahkan badan dewasa meski bisa memainan permainan ini. Dampu dimainkan di petak lapang dengan melahirkan garis-garis pada tekstur petak serupa menjelma batin (hati) goresan berikut ini:

[advertensi]

Gambar 1:  Garis Permainan Dampu.

Keterangan:

Garis 1 artinya garis Slot Gacor dampu petak memasang akik.

Garis 2 yaitu garis limit lompat.

Garis tiga  ialah garis batas mula bermain

Jarak contreng 1 dengan garis 2 ditentukan dari kata sepakat mengirimkan pemeran. Jarak diukur lalu ‘telapak ceker’. Umumnya tiga tiba 4 telapak ceker.

Jarak contreng 2 bersama garis 3 (start) diukur dengan ‘langkah ceker’. Umumnya 4-lima langkah.

CARA BERMAIN

SUKAT-SUKATAN

Sukat-sukatan yaitu menentukan siapa yang hendak bermain duluan. Caranya, yaitu dan melontarkan kerikil bermula contreng start (garis tiga) ke contreng 1. Batu yg terdekat dan garis, itulah yang bermain terlebih lampau. Untuk menentukan siapa yang bermain lebih dulu pula sanggup dilakukan dengan melapor jari tangan atau ‘gamsit’

Pihak yg kalah gamsit alias takluk berbobot sukat-sukatan melekatkan kerikil batin (hati) posisi berdiri di garis 1 (lihat sketsa). Pihak yg menang berawal bermainan.

LEMPAR BATU

Dari Garis Start (garis tiga) Pemain melemparkan batunya ke atas beton lawan yang dipasang bangun di contreng 1. Jika mampu mengenai akik lawanya mencapai terjatuh, dia mampu melanjutkan bagi meneruskan ke bagian berikutnya (Gampar). Jika batu bandingan yang terpajang di contreng 1 tidak dapat dijatuhkan (dikenai) dalam lemparan pertama dan sampai-sampai personel bisa melakukan lontaran selanjutnya dan cara: berjongkok di ruang batu terjatuh lantas melemparkan baterai dengan selangkangan ke tempat akik bandingan. Bila baterai berhasil dikenai dan terjatuh, mainan dilanjutkan ke babak kemudian.

GAMPAR

Setelah kesamaan melekatkan balik batunya dalam posisi jaga di contreng 1, Pemain beres melakukan mainan babak berikutnya, yakni Gampar dan cara selaku selanjutnya:

Letakkan beton pada bekas kaki kaki kanan (atau kidal) kelompok bersama, terus melompat dan satu kaki sebagian 1 bengawan.Menapakkan menjegilkan kaki kaki daksina (ataupun kiri) yang terdapat batunya ke lahan, melangkahan kaki kidal (ataupun daksina) selanjutnya mengayunkan telapak suku kanan (alias kiri) untuk melontarkan batunya ke arah batu kesamaan yang terpajang di garis 1. Bila lemparan mampu adapun akik bandingan sampai terjatuh dan sampai-sampai mainan dilanjutkan ke bagian selanjutnya, bagian pungkasan (Ningkring)

Bila beton terjatuh saat melompat maka personel bukan bisa melanjutkan mainan. Namun teman pemeran mampu membelanya.

NINGKRING

Setelah baterai lawan dipasang pulih pada garis 1 dalam posisi bangkit, aktor membenahi untuk mempertontonkan bagian pungkasan, merupakan Ningkring.

Letakkan beton pada telapak kaki daksina (alias kiri) kelompok beserta, terus melompat-lompat lalu satu suku (ningkring) mencapai ke batas contreng dua.Lompati garis 1 dan 1 ceker selanjutnya jatuhkan batu kesamaan beserta melambungkan kerikil yg ada pada atas menjegilkan kaki ceker. Jika akhirnya batu bandingan terjatuh, maka aktor dinyatakan menang.

Bila batu terjatuh saat meningkring ataupun melompat dan sampai-sampai tokoh tidak mampu melanjutkan mainan. Tetapi tandem tokoh bisa membelanya.

CATATAN:

BELA

Jika berbobot mainan apik pada babak 1, 2 ataupun 3 (kebas, gampar alias ningkring), apabila ada seseorang aktor yg bukan sanggup menumbangkan batu, dan sampai-sampai tandem aktor tersebut dibolehkan memelihara (kontributif)menjatuhkan batu. Bila ternyata akik tidak mampu dijatuhkan pula dan sampai-sampai mainan diulang mulai awal. Gantian, yg tadi masang akik kinikesempatan bermain.

HUKUMAN/DAMPU

Apabila pada episode aktual, waktu aktor tak berhasil menjatuhkan kerikil dalam lontaran segar, dengan renggangan anjlok batunya ke contreng 1 layak atau tanggung sejak 3 bekas kaki suku, maka berlaku dampu maupun Hukuman. Pihak yang bermain menerima hukuman yang dipengaruhi sang bandingan. Bila dapat melancarkan sanksi, mainan sanggup dilanjutkan ke babak  lalu. Jika tak maka yg bermain gantian.

Hukuman yang diberikan pihak imbangan biasanya yakni berupa adu kesigapan dan menggunakan baterai. Misalnya: melambungkan beton pada, telapak ceker dengan menangkapnya dan tangan yg diletakan di depan alias di dan kapita; ningkring bersama menempatkan beton di bekas kaki suku lantas timbul jatuh pohon lalu baterai sedang daim menempel pada telapak suku; melontarkan baterai mulai menjegilkan kaki kaki bersama menangkapnya bersama punggung menjegilkan kaki tangan atau dan dobel jari, dsb dsb. (AY)