oz15a

Dengan Jalan Apa Penunjukan Anda, Forex Trading Halal Alias Haram. ??

saya tak akan beli koin lagi koin, klo tanya Resiko Bisnis itu khalayak beserta terdapat batin (hati) setiap usaha.” tambahnya beserta .

Waduh,, dengan jawabannya saya jadi gelisah..(PUYENG), kalo boleh tepercaya sebagai muslim aku pula tidak hendak bergelut di bisnis yg ribut denganaturan ajaran aturan kepercayaan .

Dan aku menjawab : “Oke brooo.. untuk saat ini aku bukan bisa menggagalkan pertanyaa engkau terus benderang aku bukan bakal ambil resiko kalo bagi problem ini.. besok saya akan kesini lalu mengelak bertanya dari kamu, saya pelajari lalu lebih dalam.”

Setelah itu aku mohon diri pulih, ditengah perjalan dengan sesampainya dirumah aku terus berpikir “saya harus menerima kan jawabannya”

Saya surfing lagi soal ke engkong GOOgle ternyata memperoleh tulisan yg memabahas problem tadi. Ternyata ini hanyamerupakan output laporan seminar yg dihadiri sejak rombongan ilmuwan, pengusaha berjangka dagangan, dengan Ulama.

SEMINAR NASIONAL “PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

DITINJAU DARI SEGI HUKUM ISLAM”

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) berafiliasi beserta Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH-UII) Yogyakarta sudah membuatkan Seminar Nasional Perdagangan Berjangka Komoditi Ditinjau bermula Segi Hukum Islam di Yogyakarta pada acara 13 September 2001.

Pembicara dalam seminar tersebut artinya Drs. Ridwan Kurnaen, MBA. (Bappebti), Drs. Hasan Zein Mahmud, MBA. (PT. BBJ), Prof. Drs. H. Asmuni Abdurrohman (MUI Pusat), Drs. H. Abdur Rachim (IAIN SUKA Yogyakarta), Dr. Syamsul Anwar, MA. (IAIN SUKA Yogyakarta), Prof. Dr. Juhaya S. Praja, M.Ag. (IAIN Bandung), Jawahir Thontowi, SH., Ph.D. (FH-UII Yogyakarta), dan Zainul Arifin, MBA. (Institut At-Tazkiyah Jakarta).

Peserta berbobot seminar tersebut sebanyak 100 orang terdiri bersama wakil-delegasi dari Universitas/IAIN sejak Propinsi DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Lampung, dengan Sulawesi Selatan, dan utusan-utusan dari Pondok Pesantren, Pemda DIY, bersama sebagainya.

Pokok-penting daya pikir dan rekomendasi pada, seminar tadi yaitu seumpama selanjutnya :

Perdagangan Berjangka Komoditi begitu juga diatur berisi UU No. 32 Tahun 1997 penanggalan 5 Desember 1997, berlandasan nas-nas Al-Qur’an beserta Hadits Nabi, serta postulat para ulama fiqih, tak bertengkar lalu isi-isi syariah Islam (muamalah);

Meskipun lingkaran ulama Syahi’i berpendapat, lalu menggunakan corat-coret-konsep ikrar istitsna, Perdagangan Berjangka Komoditi tak dibenarkan karena berbenturan dengan kaidah biasa yakni hampiran obyek pembelian wajibnyata, tapi, dari Ibnu Taimiyah, larangan menjual harta yang belum ada tersebut tak karena tak adanya harta itu, namun karena tidak kasat mata, apakah barangnya kelak dapat diserahkan ataukah bukan. Apabila barangnya belum ada, tapi ada uang muka mampu diadakan alias diserahkan kemudian, dan sampai-sampai bab itu diperbolehkan;

Perdagangan Berjangka yg dikembangkan pada masyarakat kontemporer/anyar menerima anjuran pedoman fiqih, utamanya dari sisi “istihsan” bersama ataupun “mashalihul mursalah”, artinya perlagaan keperluan ekonomi pertama (ekonomi) beserta proteksi para petani (rakyat).

Perdagangan Berjangka Komoditi tidak mengandung ayat-babak yang bertengkar ataupun dilarang oleh Syariat, karena :Perdagangan berjangka ialah formal (sah), mempunyai disiplin yang kasat mata berbobot norma-perundangan;

Perdagangan berjangka tidak berisi spekulasi (berbobot definisi manfaat-untungan), namun justeru bersama belut jumlah (hedging) beserta pembentukan ongkos (price discovery) memberikan proteksi pada para petani-penghasil;

Perdagangan berjangka memiliki guna sosial-perdagangan, adalah perlindungan keperluan lagi kesejahteraan rakyat, berbeda dan perjudian alias gambling, mengandung unsur untung-untungan beserta resiko yg tinggi serta tidak memiliki manfaat ekonomi jatah kedamaian/faedah rakyat secara umum.Menurut Yusuf Musa, perdagangan berjangka tidaklah cermat bila mengkategorikan selaku “sakinah” dikarenakan membludak perbedaannya, antara lain adanya kondisi penyerahan harga pas saat kesepakatan dilakukan, kemudian perdagangan berjangka lebih benar dikategorikan seperti akad kulak.

Untuk mampu keyakinan yg lebih serpih dekat-dekat tatapan Hukum Islam tentang Perdagangan Berjangka Komoditi ini, kegiatan forum ini urgen ditindaklanjuti lagi pelajaran yang lebih berakar berarti (maksud) patron workshop yg melibatkan para pelaksana, serta kubu-golongan yg secara langsung terlibat dalam perdagangan berjangka stok ini. (asal usul www.bappebti.go.id)

Menyimak bermula stensilan di bersama. Bagaimana menurut teman-tandem lagi karena, apakah FOREX itu HARAM atau HALAL…???

Kita sharring……!!